Minggu, 10 April 2011

SISTEM INDERA

A. Alat Indera pada Manusia
Tubuh kita dilengkapi dengan organ penerima rangsangan dari luar berupa sistem indera.
Indera manusia berupa indera penglihatan (mata), indera pendengaran (telinga), indera pembau
(hidung), indera pengecap atau perasa (lidah), dan indera peraba (kulit).
1. Mata
Mata adalah organ indera yang kompleks dan berfungsi untuk melihat. Agar dapat
berfungsi secara sempurna, mata dilindungi oleh alis mata dan kelopak mata yang dilengkapi
bulu mata. Alis mata berfungsi melindungi mata dari keringat. Fungsi kelopak mata adalah
untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata,untuk menutup dan membuka mata. Pada kelopak
mata terdapat kalejar minyak yang berfungsi meminyaki bulu mata. Di bawah kelopak mata
terdapat kalenjer air mata atau glandula lakremalis yang berfungsi membasahi mata dan
memelihara mata tetap bersih dari kotoran.
Bagian-bagian mata terdiri dari otot, dinding bola mata, dan lensa mata.
a. Otot penggerak bola mata
Ada tiga pasang otot penggerak bola mata yaitu otot penggerak atas, bawah dan samping.
Selain itu juga terdapat otot pemutar atas dan bawah. Otot-otot itu dapat menggerakkan bola
mata kita ke segala arah. Apabila salah otot penggerak tidak berfungsi, maka kita akan menjadi
juling.
b. Selaput ( dinding ) bola mata
Dinding bola mata berfungsi sebagai pelindung bola mata. Dinding bola mata atau selaput
bola mata terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam.
1. Lapisan Luar atau Selaput Luar
Lapisan luar bola mata bagian depan bersifat tembus cahaya atau transparan. Lapisan ini
disebut kornea atau selaput bening. Fungsi kornea adalah untuk meneruskan cahaya ke dalam
bola mata. Selaput bening ini ada hanya didepan dan bentuknya bulat. Lapisan luar bagian
samping dan belakang bola mata berwarna putih. Lapisan ini disebut sklera.
2. Lapisan Tengah ( Lapisan Koroid atau Selapu Jala)
Lapisan tengah terletak di sebelah dalam lapisan luar. Lapisan ini banyak mengandung
pembuluh darah dan disebut selaput jala. Di bagian depan, yakni dibagian belakang kornea
yang transparan, selapu jala berubah menjadi selaput pelangi atau iris. Disebut selaput pelangi
karena berwarna warni dan bagian inilah yang membentuk warna mata. Di tengah selaput
pelangi terdapat lubang yang disebut orang-orangan mata atau pupil. Pupil mata dapat
membesar atau mengecil untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Sedangkan
iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengubah ukuran pupil.
3. Lapisan Dalam ( Retina Mata)
Lapisan paling dalam disebut retina mata atau selaput jala. Selaput jala mengandung selsel
yang sensitif terhadap cahaya dan mengandung saraf penglihatan. Pada retina mata terdapat
dua macam sel reseptor yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang terletak di bagioan tepi mata
dan dapat bekerja dengan baik pada cahaya redup. Sel batang tidak dapat membedakan warna.
Jumlahnya sekitar 120 juta sel. Sel kerucut umumnya terrletak di bagian tengah belakang mata.
Sel-sel ini berfungsi untuk membedakan waena benda. Jumlahnya sekitar 7 juta sel. Jika cahaya
redup sel kerucut tidak berfungsi sehingga kita tidak dapat membedakan warna.
Di daerah retina mata terdapat bintik kuning. Bintik kuning adalah bagian yang peka
terhadap cahaya dan terletak tepat di belakang garis mata. Bintik kuning mengandung banyak
sel-sel kerucut. Pada retina juga terdapat bintik buta. Bintik buta terletak tepat ditempat
membeloknya saraf penglihatan. Bintik ini tidak memiliki sel-sel reseptor sehingga tidak dapat
mengenali cahaya. Jika bayangan benda jatuh tepat pada bintik buta maka benda tidak dapat
terlihat.
c. Lensa Mata
Lensa mata terletak di belakang selaput pelangi, yakni di belakang pupil mata. Lensa mata
berbentuk bikonveks cembung muka dan belakang. Seperti lensa pada kamera. Mata kita dapat
melihat benda yang letaknya jauh atau dekat. Untuk melihat benda yang letaknya jauh, lensa
mata memipih. Sebaliknya, untuk melihat benda yang dekat lensa mata mencembung.
Adapun proses melihat benda adalah sebagai berikut:
1) Cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan oleh benda tersebut.
2) Pantulan cahaya masuk ke dalam mata melalui lensa dan jatuh tepat pada
bintik kuning.
3) Sesampainya di retina, rangsangan cahaya diterima oleh saraf mata.
4) Saraf mata mengirim rangsangan cahaya ke pusat saraf penglihatan di otak
untuk di olah.
5) Setelah diolah oleh otak barulah kita mengetahui macam benda yang kita
lihat.
Bagi orang bermata normal, benda jauh maupun dekat dapat dilihat dengan jelas, karena
daya akomodasi lensa mata normal. Mata normal disebut emetrop. Daya akomodasi mata yang
tidak normal menyebabakan gangguan penglihatan, karena bayangan benda tidak jauh tepat
pada bintik kuning dalam retina.
Gangguan penglihatan dapat disebabkan oleh:
a. Daya akomodfasi tidak normal. Misalnya, miopi, hipermetropi, presbiopi.
b. Kekurangan vitamin A.
c. Kelainan genetik. Misalnya, buta warna.
d. Kelainan otot penggerak bola mata. Misalnya, mata juling.
2. Telinga
Telinga adalah alat indera pendengaran yang peka terhadap rangsangan getran bunyi.
Jika sejak lahir indera pendengaran tidak berfungsi, maka orang tersebut selain tuli juga bisu.
Hal ini disebabkan dia tidak mendengar suara orang bercakap-cakap, sehingga tidak dapat
mengenal dan meniru ucapan. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga bagian luar, telinga
bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Telinga luar terdiri atas daun telinga, liang telinga, dan
gendang telinga. Telinga tengah terdiri atas tulang-tulang pendengaran, yaitu tulang tukul
(martil), landasan, dan sanggurdi. Telinga dalam terdiri dari tingkap bundar, tingkap jorong, dan
tiga saluran setengah lingkaran, dan koklea. Alat keseimbangan terdiri atas utrikulus, sakulus,
dan saluran semisirkuler. Ujung saluran semisirkuler menggelembung yang dinamakan ampula.
Dalam dinding ampula terdapat butiran CaC03 yang dinamakan otolith. Gerakan butiran
tersebut berperan dalam mengontrol gerak dan kedudukan kepala.
a) Proses Mendengar
Bunyi yang dapat kita dengar ialah bunyi yang mempunyai frekuensi gelombang 20 Hz
sampai 20.000 Hz. 1 Hz = 1 hertz = 1 getaran per detik. Getaran ditangkap oleh daun telinga,
masuk melalui liang telinga dan menyebabkan gendang telinga atau selaput timpani bergetar. Di
liang telinga terdapat rambut-rambut dan kelenjar yang mengeluarkan getah, seperti jeli dan
berwarna kecokelatan. Fungsi getah tersebut untuk melindungi liang telinga dari gangguan
hewan kecil yang masuk ke liang telinga.
Getaran pada membran timpani dilanjutkan ke telinga tengah. Telinga bagian tengah
terdiri dari tulang-tulang pendengaran, yaitu tukul (martil), landasan, dan sanggurdi yang saling
menyambung. Getaran dari membran timpani dirambatkan oleh ketiga tulang tersebut menuju
ke telinga dalam.
Telinga dalam merupakan penerima getaran. Bagian ini tersusun atas tingkap (jendela)
jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran, dan koklea (rumah siput). Dari telinga
tengah getaran menuju ke tingkap jorong, kemudian masuk ke dalam koklea dan menggetarkan
cairan limfe. Getaran cairan limfe tersebut akan merangsang ujung saraf pendengaran,
kemudian rangsang disampaikan ke otak dan akhirnya kita bisa mendengar.
Jika ada getaran yang sangat kuat, kita dianjurkan untuk membuka mulut. Getaran
tersebut diteruskan dari telinga tengah ke luar. Jika mulut tertutup, pantulan getaran suara dapat
menyebabkan kerusakan membran timpani. Dengan membuka mulut, akan terjadi
keseimbangan udara antara membran timpani dan udara luar. Indera pendengaran dapat pula
mengalami gangguan. Gangguan pada telinga dapat disebabkan dari lingkungan (luar) maupun
dari dalam tubuh (mikroorganisme). Berikut ini adalah beberapa gangguan atau penyakit pada
telinga.
a. Tuli
Tuli merupakan kehilangan pendengaran. Tuli dibedakan menjadi dua, yakni tuli
konduktif dan tuli saraf. Tuli konduktif adalah gangguan penerimaan suara ke dalam koklea
akibat kotoran atau nanah yang memenuhi telinga bagian tengah. Adapun tuli saraf adalah
tuli yang terjadi akibat kerusakan pada koklea, organ korti, atau saraf pendengaran.
b. Otitis Media (Radang Telinga Tengah)
Radang telinga tengah sering disebabkan oleh bakteri atau virus. Radang ini juga bisa
disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan karena adanya saluran Eustachius yang
menghubungkan keduanya.
c. Motion Sickness (Mabuk Perjalanan)
Mabuk perjalanan disebabkan oleh gangguan pada fungsi vestibula (keseimbangan)
karena rangsangan secara terus menerus oleh gerakan-gerakan selama perjalanan, baik itu
perjalanan laut, udara, ataupun darat. Gejala mabuk perjalanan dapat berupa mual, muntah,
pusing, dan keringat dingin.
3. Kulit
Selain berfungsi sebagai alat pelindung dan pengatur suhu tubuh, kulit juga berfungsi sebagai
alat indera peraba. Pada kulit terdapat beberapa saraf sensori yang disebut reseptor raba. Reseptor raba
berfungsi sebagai penerima rangsangan dari luar. Terdapat beberapa reseptor pada kulit kita, yaitu
reseptor tekanan (korpuskula Paccini) dan sentuhan, rabaan (korpuskula Meissner), dingin (saraf
Krause), dan panas (korpuskula Ruffini). Oleh karena itu, kulit peka terhadap rangsangan rabaan,
tekanan, dan suhu. Reseptor peraba terdapat pada kulit jari, bibir, dan relatif jarang pada kulit tubuh.
Nyeri otot yang terjadi sewaktu otot berkontraksi disebabkan berkurangnya atau terhentinya aliran
darah ke otot tersebut. Rangsangan yang diterima oleh reseptor akan menuju langsung ke ganglion
korteks serebrum, masuk medula spinalis, kemudian akan diteruskan ke medula oblongata.
Kulit merupakan lapisan tipis yang menutupi dan melindungi seluruh permukaan tubuh. Kulit
terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
a. lapisan kulit ari (epidermis)
b. lapisan kulit jangat (dermis)
c. lapisan jaringan ikat kulit bawah.
a. Kulit Ari
Kulit ari (epidermis) terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan lapisan Malpighi.
Lapisan tanduk merupakan lapisan yang terletak paling luar dan terdiri atas sel-sel mati.
Lapisan ini dapat mengelupas. Lapisan Malpighi terletak di bawah lapisan tanduk dan terdiri
atas sel-sel yang hidup. Lapisan Malpighi mengandung pigmen yang berfungsi memberi warna
pada kulit. Pigmen itu ada yang hitam, cokelat, kuning, dan putih. Lapisan Malpighi juga
berfungsi melindungi tubuh dari sengatan matahari.
b. Kulit Jangat
Kulit jangat (dermis) merupakan lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan kulit ari. Di
dalam kulit jangat terdapat kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, ujung-ujung
saraf, dan kantong rambut. Ujung saraf terdiri dari ujung saraf peraba untuk mengenali rabaan,
ujung saraf perasa untuk mengenali tekanan, dan ujung saraf suhu untuk mengenali suhu.
Kelenjar keringat sangat berperan dalam sistem pengeluaran. Kelenjar keringat
berfungsi menghasilkan keringat. Keringat terdiri atas air dan garam-garam. Keringat tersebut
dikeluarkan ke permukaan tubuh melalui salura kelenjar keringat menuju pori-pori di
permukaan kulit. Pembuluh darah kapiler memberi zat-zat makanan pada akar rambut dan sel
kulit sehingga sel-sel tersebut tetap hidup.
Kantong rambut terdiri dari akar rambut dan batang rambut. Di dekat akar rambut
terdapat otot polos yang berfungsi menegakkan rambut pada saat kedinginan atau merasa
takut. Di dekat akar rambut juga terdapat kelenjar minyak yang berfungsi mengeluarkan
minyak agar rambut tidak kering.
c. Jaringan Ikat Kulit Bawah
Pada jaringan ikat bawah kulit terdapat cadangan lemak. Lemak berfungsi sebagai
cadangan makanan dan menjaga suhu agar tetap hangat.
Fungsi kulit yaitu :
·         sebagai pelindung tubuh dari kerusakan benturan (kerusakan mekanis)
maupun kerusakan yang disebabkan oleh zat kimia.
·         untuk menyimpan kelebihan lemak.
·         tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar
ultraviolet.
·         sebagai pengatur suhu.
Kulit dapat mengalami gangguan atau penyakit faktor luar maupun dalam. Berikut
adalah beberapa gangguan atau penyakit pada kulit.
a. Luka bakar
Luka bakar pada kulit dapat disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia. Jika
kulit terkena panas, listrik, dan zat kimia yang berlebih, dapat menyebabkan
kematian sel-sel dan rusaknya protein pada jaringan.
b. Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan pada permukaan kulit, ditandai dengan gatal-gatal
merah, bengkak, melepuh, dan berair. Biasa disebabkan oleh zat kimia, obat-obatan,
dan getah tumbuhan.
4. Hidung
Indera penciuman terletak pada rongga hidung. Di dalam rongga hidung terdapat rambutrambut
halus yang berfungsi untuk menyerap kotoran yang masuk melalui sistem pernapasan, lendir
berfungsi menjaga kelembapan udara dalam hidung, dan pembuluh darah berfungsi menghangatkan
udara yang masuk ke hidung. Indera pembau berhubungan dengan zat-zat kimia. Zat-zat kimia yang
ada di udara dideteksi oleh hidung. Pada selaput lendir rongga hidung bagian atas manusia terdapat
indera pembau tersebut. Di bawah selaput lendir terdapat sel serabut saraf pembau yang berhubungan
dengan otak. Serabut saraf ini peka terhadap rangsangan kimia berupa gas. Kita mengenalinya sebagai
bau.
Rangsangan berupa bau, masuk hidung bersama-sama dengan udara yang kita hisap. Gas atau
uap yang kita hirup bersama udara pernapasan akan mengenai selaput lendir, sehingga menimbulkan
rangsangan. Rangsangan ini diterusakan oleh serabut saraf pembau ke otak untuk diolah. Karena itu
kita dapat mengetahui bau tersebut. Dengan adanya indera pembau kita dapat menghindarkan diri dari
zat yang berbau tidak sedap atau zat berbahaya. Kemampuan indera pembau setiap individu berbeda
tergantung dari:
a. Susunan rongga hidung. Hidung yang mancung/besar lebih baik membaui daripada
hidung pesek/kecil.
b. Variasi fisiologis. Pada wanita menjelang menstruasi atau saat hamil lebih peka terhadap
bau.
c. Konsentrasi bau, terutama bau busuk lebih menyengat daripada yang tidak busuk.
d. Spesies (jenis). Spesies tertentu mempunyai kemampuan survival tergantung pada
sistem pembaunya sehingga indera pembau sangat peka pada jarak tertentu sudah dapat
membaui.
Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan
lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. Gangguan lain juga bisa
disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak. Kita harus selalu
membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulu-bulunya supaya penciuman kita tidak
terganggu.
5. Lidah
Lidah merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga
mulut dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laring. Pada lidah terdapat puting-puting pengecap
(taste bud) yang dapat mendeteksi segala macam rasa. Lidah memiliki permukaan yang kasar karena
adanya tonjolan yang disebut papila.










Terdapat tiga jenis papila yaitu
1) papila filiformis, (fili=benang) berbentuk seperti benang halus
2) papila sirkumvalata, (sirkum=bulat) berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di
belakang lidah
3) papila fungiformis, (fungi=jamur) berbentuk seperti jamur terletak di bagian sisi lidah
dan ujung lidah.
Indera perasa juga bekerja karena rangsangan zat kimia. Zat kimia yang terdapat dalam
makanan dikenali oleh lidah. Lidah manusia mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor
sakit, reseptor sentuhan, dan reseptor rasa. Reseptor yang spesifik pada lidah adalah reseptor rasa atau
yang disebut sebagai kuncup pengecap yang peka terhadap rangsangan rasa. Kuncup pengecap
berfungsi untuk mengetahui rasa suatu zat yang terlarut.
Kuncup pengecap merupakan kumpulan ujung-ujung saraf pada lidah yang berkelompok. Tiaptiap
kelompok kuncup pengecap mempunyai kepekaan terhadap rangsangan rasa tertentu. Tidak semua
permukaan lidah peka terhadap semua rasa. Reseptor pengecap selain terdapat pada permukaan lidah
juga dapat dijumpai pada lengkung langit-langit rongga mulut dan dinding hulu kerongkongan. Pada
dasarnya indera perasa bekerja sama dengan indera pembau untuk mengidentifikasi suatu rasa.
B. Alat Indera pada Protozoa
Protozoa merupakan organisme bersel satu dan tidak memiliki system saraf. Meskipun
tidak memiliki sistem saraf, Protozoa mampu menerima dan menanggapi rangsang.
1. Amoeba
Amoeba merupakan organisme bersel satu yang memiliki bentuk tubuh tidak tetap. Organisme
ini dapat bergerak mendekati atau menjauhi rangsangan yang mempengaruhinya. Meskipun tidak
memiliki alat khusus, Amoeba mampu menanggapi rangsang cahaya melalui permukaan tubuhnya.
Di permukaan sel tubuhnya terdapat serabut saraf.
2. Euglena
Euglena memiliki alat gerak yang berupa bulu cambuk (flagela). Indera penerima rangsang
pada Euglena berupa bintik mata (stigma). Bintik mata yang peka terhadap cahaya, berwarna merah
dan hanya mampu mengenali gelap dan terang. Umumnya Euglena bergerak mendekati cahaya.
Tujuan tingkah laku Euglena tersebut agar dapat melakukan fotosintesis, sebab Euglena memiliki
kloroplas di dalam tubuhnya.
C. Alat Indera pada Hewan Avertebrata dan Vertebrata
Susunan saraf hewan Vertebrata maupun Avertebrata berbeda-beda tergantung pada
tingkatan hewan. Susunan saraf pada hewan sangat berkaitan dengan sistem alat inderanya.
1. Indera pada Cacing
Planaria mempunyai dua bintik mata di kepalanya. Bintik mata ini hanya dapat membedakan
gelap dan terang. Indera pada cacing tanah yang berkembang baik adalah indera penerima rangsang
cahaya. Indera penerima rangsang cahaya tersebut terdapat pada permukaan tubuhnya. Jadi, indera
tidak dalam bentuk mata. Fungsinya untuk membedakan gelap dan terang, tetapi tidak dapat
membedakan warna.
2. Indera pada Serangga
Serangga ada yang mempunyai mata tunggal dan ada yang memiliki mata majemuk (mata
faset). Namun ada pula yang mempunyai sekaligus mata tunggal dan mata majemuk. Mata tunggal
pada serangga merupakan mata yang sederhana, berbentuk mangkok, dan hanya mempunyai satu
alat penerima rangsang cahaya. Mata faset tersusun dari kumpulan mata tunggal. Masing-masing
mata tunggal dapat menerima rangsang cahaya. Setiap mata tunggal penerima rangsang disebut
omatidium. Setiap omatidium mempunyai satu lensa dan hanya mampu menerima rangsang
cahaya yang jatuh tegak lurus pada lensa tersebut. Cahaya yang menyimpang diserap oleh sel-sel
pigmen yang ada di belakang lensa.
Sungut (antena) serangga mempunyai ujung saraf peraba dan pencium. Ngengat mempunyai
sungut tebal dan bercabang menyirip. Fungsinya untuk menangkap rangsang bau. Kupu-kupu
siang memiliki sungut yang lebih tipis dan tidak bercabang-cabang. Pada pangkal sungut terdapat
indera untuk keseimbangan. Indera pendengar serangga berupa membran timpani yang terdapat
pada segmen pertama perutnya. Bentuk indera pendengar tersebut adalah lingkaran seperti cincin
yang ditutupi oleh selaput.
3. Indera pada Ikan
Mata ikan tidak berkelopak sehingga tidak mampu berkedip. Mata diselubungi oleh selaput
epidermis tipis yang bening. Di belakang kornea terdapat lensa yang dapat berakomodasi. Ikan
tidak memiliki sel saraf berbentuk kerucut. Jadi, hanya memiliki sel saraf berbentuk batang.
Karena tidak memiliki sel saraf kerucut, ikan tidak dapat membedakan warna. Dengan sel batang,
ikan mampu melihat dengan jelas jika keadaan redup.
Ikan memiliki indera pencium yang berkembang biak. Beberapa jenis ikan memiliki antena,
misalnya ikan lele. Telinganya tidak berkembang. Keistimewaan ikan adalah mempunyai gurat sisi
yang terletak di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Gurat sisi berbentuk guratan dari depan ke belakang
tubuhnya, biasanya warna gurat sisi berbeda dari warna sisik. Di dalam gurat sisi terdapat urat
saraf, untuk mengetahui arah arus air dan tekanan air.
4. Indera pada Amfibi
Katak memiliki telinga, tetapi tidak berdaun telinga. Di kiri kanan kepalanya, yaitu di belakang
mata terdapat membran timpani. Mata katak bulat, besar, mempunyai kelopak mata atas dan
bawah. Selain itu, katak memilki kelopak mata tambahan, yang dikenal sebagai selaput tidur
(membran niktitans) yang transparan. Ketika katak menyelam, mata tidak ditutup. Selaput tidur
dapat mencegah terjadinya gesekan antara mata dan air. Pada saat katak di darat, mata selalu basah
karena kelenjar air mata. Lensa mata katak dapat berakomodasi. Penglihatan katak berkembang
biak.
5. Indera pada Reptilia
Indera yang berkembang baik pada hewan reptilia seperti kadal dan buaya adalah indera
pembau. Di ujung kepala bagian depan terdapat sepasang lubang hidung. Indera pembau dibantu
oleh jaringan yang terdapat pada langit-langit mulut. Itulah sebabnya kadal atau ular selalu
menjulurkan lidahnya. Bau yang ditangkap oleh lidah ditempelkan di langit-langit mulutnya.
Dengan demikian mereka dapat mengenali mangsanya. Indera yang lain tidak berkembang baik.
Ada ular tertentu yang dapat mengenali mangsanya dengan jalan mengindera panas tubuh
mangsa tersebut. Celah di depan mata ular dapat berfungsi sebagai penerima radiasi infra merah.
Dengan demikian ular dapat mengenali mangsanya di dalam keadaan gelap.
6. Indera pada Burung
Indera yang berkembang baik pada burung adalah mata. Bola mata burung mempunyai susunan
yang mirip dengan mata manusia. Burung hantu dapat mengenali gerakan mangsa di kegelapan,
meskipun dari jarak jauh. Ini berarti daya akomodasi lensa matanya juga baik. Tepat pada bintik
buta terdapat tonjolan yang disebut sebagai sebagai pekten. Pekten diduga berfungsi untuk
menentukan arah terbang.
D. Hubungan Antara Tingkatan Hewan dengan Sistem Alat Indera
Alat indera merupakan alat untuk mengenali lingkungannya. Dengan demikian
perkembangan alat indera merupakan hasil adaptasi hewan dengan lingkungannya. Hewan yang
hidup di dalam lingkungan yang “menantang” akan memiliki indera yang berkembang baik.
Sebaliknya jika hewan hidup di lingkungan yang “tidak menantang” akan memiliki indera yang
tidak berkembang atau bahkan tidak memilikinya karena mengalami reduksi (penyusutan). Jadi,
berkembang tidaknya indera tidak berhubungan dengan tinggi rendahnya tingkatan hewan,
melainkan berhubungan dengan lingkungannya.
1. Indera Penangkap Cahaya/Mata
Pada Planaria, reseptor penangkap cahaya berupa dua bintik mata pada kepalanya. Planaria
hidup bebas di dalam air. Jika ada cahaya, Planaria bersembunyi di balik batu. Cacing tanah, yang
tingkatannya lebih tinggi dari Planaria, justru tidak memiliki bintik mata. Cacing tanah hidup di
dalam tanah sehingga bintik mata tidak diperlukan lagi.
Cumi-cumi (Cephalopoda) yang hidup bebas di laut dan tergolong Avertebrata, mempunyai
mata yang strukturnya mirip mata vertebrata. Sebaliknya, ikan (tergolong Vertebrata) yang hidup
di air di dalam gua, tidak memiliki mata. Kedua matanya mengalami penyusutan (mengalami
reduksi). Di dalam gua yang gelap, maka ikan tidak diperlukan lagi. Ikan itu pun menjadi buta.
Sebaliknya elang, burung hantu dan kucing memiliki mata yang lebih peka dibandingkan
dengan hewan-hewan lain. Ini disebabkan karena hewan-hewan tersebut hidup di lingkungan yang
selalu “menantang”, yaitu mencari mangsa. Tanpa dilengkapi dengan mata yang berkembang baik,
hewan-hewan tersebut akan kesulitan mendapatkan mangsanya.
2. Indera Penangkap Suara/Telinga
Jangkrik, tonggeret, memiliki indera penangkap getaran suara di bagian perutnya. Indera ini
berupa membran timpani. Kedua contoh hewan tersebut bersuara nyaring untuk memanggil
betinanya melakukan perkawinan. Di antara vertebrata, mamalia merupakan hewan yang berdaun
telinga. Daun telinga hewan-hewan herbivor umumnya peka, dapat digerakkan ke segala arah untuk
menangkap suara. Rusa, misalnya memiliki telinga yang peka untuk mengenali datangnya hewan
pemangsa seperti harimau.
3. Indera Penangkap Bau/Hidung
Indera penangkap bau yang berkembang pada avertebrata adalah antena pada ngengat ulat sutra
(Bombyx mori). Antena ngengat tersebut memiliki cabang-cabang menyirip untuk menangkap bau.
Bau betinanya yang berjarak 12 km dapat dikenalinya. Hewan-hewan vertebrata yang indera
penciumnya berkembang baik misalnya, kucing dan anjing. Hewan-hewan tersebut merupakan
predator pemburu, yang selain mengandalkan penglihatannya, juga mengandalkan penciumannya.
Penciumannya yang tajam juga digunakan untuk berkomunikasi dengan jenisnya.
4. Indera Terlatih
Bagi sebagian orang, inderanya dapat dilatih untuk keperluan tertentu. Karena itu indera orang
tersebut lebih peka daripada kebanyakan orang.
Contoh :
Pengecap Pencium Pendengar
Profesi
1. Ahli masak
2. Tester makanan
1. Ahli parfum
2. Tester
tembakau
1. Ahli musik
2. Tester suara
Biasanya, jika salah satu indera seseorang tidak berfungsi, indera yang lain berkembang
menggantikan/melengkapi fungsi indera yang dimilikinya. Sebagai contoh orang yang buta sejak
kecil memiliki indera pencium, pendengaran atau peraba yang lebih peka daripada kebanyakan
orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar