Senin, 02 Mei 2011

faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN ANAK
Pernahkah anda pemperhatikan seorang bayi yang
meneliti dengan seksama sebuah mainan baru miliknya.
Anak itu memasukkan mainannya itu dalam mulut untuk
mengetahui rasanya, kemudian menggoyangkannya,
mengangkat, membantingkan dan memilah-milah yang bisa
ia lakukan, serta membongkarnya untuk diselidiki saru
persatu. Proses yang demikian ini disebut belajar secara
menyeluruh (global learning) yang merupakan cara efektif
dan alamiah bagi seseorang manusia untuk mempelajari
bahwa otak seorang anak hingga usia enam atau tujuh tahun
mampu menyerap berbagai fakta, sifat-sitfat fisik dan
kerumitan bahasa (Deporter dan Hernacki, 1999:22). Para
ahli berbeda pendapat mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan anak, karena memang sudut
pandang maupun pendekatannya berbeda.
Kata perkembangan sering kali digandengkan dengan
pertumbuhan dan kematangan, ketiganya memang
mempunyai hubungan yang sangat erat. Pertumbuhan dan
perkembangan pada dasarnya adalah perubahan menuju ke
tahap-tahap yang lebih tinggi dan lebih baik. Pertumbuhan
lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau
fisik, menunjukkan perubahan atau penambahan secara
kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau
tinggi. Sedangkan perkembangan berkaitan dengan aspekaspek
psikhis atau rohaniah, berkenaan dengan aspek-aspek
jasmaniah atau fisik, menunjukkan perubahan atau
penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam
ukuran besar atau tinggi. Sedangkan perkembangan berkaitan
dengan aspek-aspek psikis atau rohaniah, berkenaan dengan
kualitas yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi
(Syaodih Sukmadinata, 2003:111). Dengan demikian dapat
ditegaskan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan struktur,
sedangkan perkembangan berkenaan dengan fungsi yang
berhubungan dengan kematangan. Pada dasarnya dilihat
dari aspek psikologis penyelenggaraan pendidikan khususnya
mengenai pembelajaran, para ahli mengemukakan ada empat
pandangan yang dapat digunakan untuk mengkaji faktorfaktor
yang dapat mempengaruhi perkembangan anak dalam
belajar yaitu:
1. Pandangan Nativisme
Nativisme (nativism) yaitu “Nativus” atau pembawaan
adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar
terhadap aliran pemikiran psikologis. Pandangan
nativisme ini berpendapat bahwa perkembangan individu
itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa
semenjak lahir. Salah satu tokoh yang menganut teori
nativisme ini adalah Arthur Schopenhouer (1788-1880),
seorang filsuf bangsa jerman. Beliau berpendapat bahwa
bayi itu lahir telah memiliki sifat-sifat dasar tertentu yang
disebut sifat pembawaan yang baik dan pembawaan buruk.
Setiap anak memiliki sifat bawaan sendiri, sifat-sifat itu
tidak bias diubah denagan pengalaman. Pengalaman,
lingkungan, atau pendidikan, oleh karena itu hasil akhir
pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah
dibawah sejak lahir.
Dengan demikian dapat ditegaskan pandangan
nativisme bahwa perkembangan manusia itu ditentukan
oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan
pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Dalam ilmu
pendidikan, pandangan seperti ini disebut “pesimisme
pedagogis”. Aliran nativisme bertolak dari “leibnitzian
tradition” yang menekankan kemampuan dalam diri anak,
sehingga factor lingkungan, termasuk faktor pendidikan
kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dalam
individu terdapat suatu inti pribadi yang mendorong
manusia untuk mewujudkan diri, mendorong manusia
dalam menentukan pilihan dan kemauan sendiri, dan
yang menempatkan manusia sebagai makhluk aktif yang
mempunyai kemauan bebas. Hasil perkembangan tersebut
ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak
kelahiran. Tirtaraharja dan Sula (2000:196) berpendapat
pembawaan itu bukanlah satu-satunya faktor yang
menentukan perkembangan, masih banyak faktor yang
mempengaruhi pembentukan dan perkembangan anak
dalam menuju kedewasaaan.
2. Pandangan Naturalisme
Nature yaitu alam atau kodrat, pandangan naturalisme ini
dipelopori oleh seorang filsuf prancis J.J Rouseau (1712-1778).
Pandangannya lebih ditekankan pada sifat hakekat anak,
sehingga mempengaruhi konsepnya mengenai pembinaan
terhadap perkembangannya. Rouseau berpendapat bahwa semua
anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik dan
tidak ada seorang pun yang lahir dengan pembawaan buruk.
Namun pembawaan baik itu, akan menjadi rusak karena
dipengaruhi oleh lingkungan atau pengaruh kebudayaan
manusia itu sendiri. Rouseau berpendapat bahwa pendidikan
yang diberikan orang dewasa malahan dapat merusak
pembawaan anak yang baik itu.
Pandangan naturalisme tidak memandang penting
pendidikan, aliran ini juga disebut “negativisme”, karena
berpendapat pendidik wajib membiarkan pertumbuhan anak
pada alam, dengan kata lain pendidikan tidak diperlukan.
Rouseau dengan gigihnya mengajak agar kembali ke alam, yang
baik itu, dengan menjauhkan anak dari lingkungan
kebudayaaan. Ia ingin menjauhkan anak dari segala keburukan
masyarakat yang serba dibuat-buat, sehingga kebaikan anakanak
yang diperoleh secara alamiah sejak lahir dapat tampak
secara spontan dan bebas.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Herbart (1776-1841)
adalah seorang naturalis, hal ini tampak pada pandangannya:
1) teori tahap-tahap perkembangan budaya yang menyatakan
bahwa ras manusia berkembang melalui tahap perkembangan
budaya tertentu, dan tahap-tahap tersebut akan diulangi
dalam perkembangan individu; 2) seorang manusia yang baik
akan memerintahkan dirinya sendiri, sifat dasar manusia
terdiri dari dua faktor yaitu diri yang memerintah dan diri
yang menolak. Mendidik orang muda agar ingin berbuat baik,
bebas dan mantap, terwujud apabila sifat dasarnya mau
melakukan perbuatan tersebut; dan 3) jika dibekali suatu
kemampuan khusus untuk mereaksi terhadap hal-hal yang ada
terhadap lingkungannya.
3. Pandangan Empirisme
Empiria atau pengalaman, tokoh perintis pandangan
empirisme adalah seorang filsuf inggeris bernama John
Locke (1632-1704). Faham empirisme ini bertentangan
denagn paham nativisme dan berpendapat, bahwa anak itu
sejak lahir belum memiliki sifat-sifat pembawaan apapun.
John Locke mengembangkan suatu teori yang terkenal
dengan teori “tabula rasa” di mana beliau berpendapat
bahwa anak lahir di dunia bagaikan kertas putih yang
bersih. Maka di atas kertas putih itu orang dapat membuat
coretan menurut kehendaknya. Oleh karena itu
lingkungan, anak memperoleh pengalaman-pengalaman
empirik, dan pengalaman empirik yang diperoleh dari
lingkungan inilah yang berpengaruh besar dalam
menentukan perkembangan anak.
Penganut pandangan ini menyatakan bahwa
perkembangan anak tergantung kepada lingkungan,
sedangkan pembawaan tidak dipentingkan sebab pada
waktu lahir seorang anak masih bersih. Pengalaman yang
diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari
dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan yang
berasal dari alam bebas maupun diciptakan oleh orang
dewasa dalam bentuk program pendidikan. Dalam hal ini
para penganut empirisme menganggap setiap anak lahir
seperti tabula rasa, dalam keadaan kosong, tak punya
kemampuan dan bakat apa-apa. Hendak menjadi apa anak
kelak tergantung pada pengalaman maupun lingkungan
yang mendidiknya. Seorang pendidik dapat membentuk
menjadi apapun yang dikehendakinya, apakah akan
dibentuk menjadi seorang sarjana, seorang montir di
bengkel, atau bahkan seorang penjahat. Jika ada ilmu
pendidikan yang mendasarkan pada faham ini, maka
dikatakan sebagai pedagogik optimistis. Paham ini juga
sering disebut sosiologisme, karena hanya menekankan arti
pengaruh lingkungan dalam perkembangan anak. Mengacu
pada model-model pendidikan yang berkembang
diindonesia, tidak tampak pengikut nativisme maupun
empirisme yang murni, tetapi mengkombinasi nativisme
dan empirisme yang murni, tetapi mengkombinasi
nativisme dan empirisme maupun teori-teori lainnya yang
relevan bagi pendidikan anak.
4. Pandangan Konvergensi atau Interaksionisme
Faham nativisme, naturalisme dan empirisme memang
merupakan faham-faham yang bersifat filsafat yang
dikembangkan menjadi filsafat pendidikan. Teori konvergensi
membuka kesempatan yang luas bagi terlaksananya pendidikan
sebagai pertolongan belajar kepada peserta didik. Alasannya
potensi intelektual yang dimiliki anak dapat
ditumbuhkembangkan melalui proses belajar, meskipun dilain
pihak pembawaan si anak akan membatasi perkembangan itu.
Pendekatan dalam teori konvergensi ini antara lain melalui
pendekatan tinkah laku, di mana guru dapat menangkap ciriciri
apakah anak sudah dapat menerima pelajaran atau tidak
melalui perilaku si anak. Tingkah laku itu mencerminkan
apakah anak mampu menerima dan memproses informasi
belajar yang diterimanya, dan jika tidak mampu guru dapat
mencari tahu akan informasi sebagai kendalanya, melalaui
data dan informasi tersebut guru menyusun langkah-langkah
untuk mengatasinya. Teori konvergensi ini bukan sekedar
memadukan antara nativisme, naturalisme dan empirisme,
melainkan mempunyai landasan pikir yang berbeda dengan
paham tersebut. Didukung oleh pesatnya ilmu pengetahuan,
teori konvergensi ini melakukan studi psikologi dan pendidikan
menjadi konvergen antara pembawaan yang dipelajari sebagai
hereditas dan lingkungan budaya maupun pendidikan yang
berkonvergensi dengan faktor pertama.

Rabu, 13 April 2011

memory......

sosiologi

BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Sosiologi
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan
logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul
"Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan,
bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir
kemudian di Eropa.
Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya
peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi
dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan
ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.
Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masingmasing
merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.
Tiga tahapan itu adalah :
1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai
jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat
kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena
adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada
usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.
Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis
memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi
dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe
Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya
sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile
Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari
Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat
yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
·         Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti
tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
 Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik
antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
 Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi
berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
 Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri
nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
2.Definisi Sosiologi
Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.
 Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka
macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah
ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial,
dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejalagejala
sosial lain.
 Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompokkelompok.
 William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
 J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang
bersifat stabil.
 Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
 Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial
termasuk perubahan sosial.
 Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan
kelompok tersebut.
 Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum
dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
 William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan
menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
 Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan
suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang
yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
“ Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola
hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris
serta bersifat umum ”
3. Pokok bahasan sosiologi
a. Fakta sosial
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan
mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah seorang
murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru.
Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika
dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di
luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).
 Tindakan sosial
Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam
bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan
tindakan sosial.
 Khayalan sosiologis
Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang
ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami
sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya.
Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Troubles adalah permasalahan
pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di
luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang
menganggur, maka pengangguran itu adalah trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat
peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang
menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan issue, yang
pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.
 Realitas sosial
Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu
realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan
melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan
pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

kenanganku


kebudayaan

A. LATAR BALAKANG
Melihat dari berbagai aspek yang ada, baik kita lihat secara langsung ataupun melalui media
informasi, baik cetak maupun media elektronik, bahwa betapa fenomena hidup manusia selalu berganti
antara senang dan sedih, antara bahagia dan derita, karena memang hakikat dari hidup manusia adalah
silih bergantinya antara kesenangan atau kebahagian dengan kesedihan atau penderitaan, bagaikan
“roda kehidupan” yang kadangkala kita berada diatas (bahagia / senang) dan dilain waktu kita barada di
bawah (sedih / derita). Disinilah kami membahas tentang manusia yang pernah, sedang dan akan
mengalami cinta kasih, penderitaan, kegelisahan, memiliki harapan, pandangan hidup dan sebagainya
yang merupakan salah satu resiko dalam kehidupan.
Setiap yang disebut manusia selalu terdiri dari dua, yaitu aspek jasmani atau tubuh, dan aspek
rohani atau jiwa. Dalam diri manusia, kedua aspek itu satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Apabila
salah satu aspek tersebut hilang dari diri manusia, akan terdapat dua pengertian yang berbeda, tubuh
tanpa jiwa akan dinamakan mayat, sedangkan jiwa tanpa tubuh akan disebut jin atau setan.
Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi antara manusia
dengan segala isi alam raya ini. Dimana kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu
sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena adanya manusia
penciptanya dan manusia dapat hidup ditengah kebydayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan
terus hidup manakalah ada manusia sebagai pendukungnya.
Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan
kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya.
Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengelolah lingkungan dengan teknologi
hasil ciptaannya. Kebudayaan
masyarakat sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu
sendiri.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun permasalahan yang akan dibahas yaitu:
a. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
b. Bagaimanakah pengaruh budaya terhadap lingkungan?
c. Bagaimanakah problematika kebudayaan?
d. Bagaimanakah manusia sebagai makhluk berbudaya?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
a. Untuk mengetahui definisi kebudayaan
b. Untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap lingkungan
c. Untuk mengetahui problematika kebudayaan
d. Untuk mengetahui manusia sebagai makhluk berbudaya
BAB 11
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan: cultuul (Bahasa Belanda), culture (Bahasa Inggris), berasal dari perkataan
latin “colere” yang berarti mengolah, mengajarkan, menyuburkan dan mengembangkan,
terutama mengelolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai
“segala daya dan aktivitet manusia untuk mengelolah dan mengubah alam”.
Dilihat dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa
sangsekerta”buddhayah”. Yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.
Pendapat lain mengatakan bahwa, kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari
kata majemuk; budi daya, yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan
antara budaya dengan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa
dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa tersebut.
Jadi kedudayaan itu mempunyai sifat kompleks, banyak seluk beluknya dan merupakan
totalitas, merupakan keseluruhan meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
hokum, custom dan lain-lain lagi kapabilitas dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang
diperoleh oleh manusia di dalam masyarakat. Pencipta kebudayaan adalah manusia, focus
kebudayaan adalah masyarakat.
Kebudayaan yang berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manuasia terhadap
dua pengaruh yang kuat yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat), dalam perjuangan
mana terbukti kejayaan hidup dan manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
J.P.H Dryvendak mengatakan bahwa budaya adalah kumpulan dari cetusan jiwa
manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat twertentu.
Prof. Dr. Koentjaraningrat mengatakan kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari
kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tatakelakuan yang harus didapatnya dengan
belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.
Prof. M.M Djojodiguno dalam bukunya “asas-asas sosiologi” mengatakan bahwa
kebudayaan atau budaya adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Cipta: kerinduaan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam
pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin
Karsa: kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang hal “sangkan paran”. Hasilnya
berupa norma-norma keagamaan / kepercayaan
Rasa: kerinduan manusia akan keindahan, sehingga menimbulkan dorongan untuk
menikmati keindahan. Manusia merindukan keindahan dan menolak
keburukan/kejelekan.
Jadi jelaslah kebudayaan adalah suatu hasil ciptaan dari pada hidup bersama yang
berlangsung berabad-abad. Kebudayaan adalah suatu hasil dan hasil itu dengan sengaja atau
tidak, sesungguhnya ada dalam masyarakat. Dan pada pokoknya tiap-tiap manusia itu pasti
mempunyai budaya, yaitu gejala-gejala jiwa yang dimiliki oleh manusia dan yang dapat
membedakan manusia dengan budaya.
B. PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat
kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu cirri khas dari
masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing. Dengan menganalisis pengaruh
akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatu lingkungan
tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang
berbeda pula.
Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam kaidah
dengan lingkungannya, terlebih lagi perspektif lintas budaya akan mengandung banyak
variabel yang saling berhubungan dalam keseluruhan system terbuka. Beberapa variabel
yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
·          Physical environment, menunjuk pada lingkungan natural seperti
temperature, curah hujan, iklim, wilayah geografis, flora dan fauna
·         Cultural social environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses
sosialisasi seperti norma-norma, adat istiadat, dan nilai-nilai.
·          Environmental orientation and representation, mengacu pada persepsi dan
kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai
lingkungannya.
·          Environmental behavior and process, meliputi bagaimana masyarakat
menggunakan lingkungan dalam hubungan social.
·          Out carries product, meliputi hasil tindakan manusia saperti membangun
rumah, komunitas, kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi
lingkungan fisik seperti budaya pertanian
Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan
dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek
kehidupan lainnya yang akan menjadi cirri khas suatu masyarakat dengan masyarakat
lainnya.
C. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Beberapa problematika kebudayaan antara lain:
1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan system kepercayaan.
Keterkaitan orang jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turu-temurun
diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Mereka enggan meninggalkan kampung
halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani.
2. Hambatan budaya berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan
budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandanmg ini dapat
terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. Contohnya, program keluarga
berencana atau KB semula ditolak masyarakat, mereka beranggapan bahwa banyak
anak banyak rezeki.
3. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
Upaya untuk mentransmigrasi penduduk dari daerah yang terkena bencana alam
banyak mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran
penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan
dengan hidup mereka di tempat yang lama.
4. Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar,
karena pengetahuannya serba terbatas, seolah-olah tertutup untuk menerima programprogram
pembangunan.
5. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru.
Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa, yang
menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka
miliki secara turun-temurun.
6. Sikap etnosentrisme
Sikap ini sangat mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap
rendah bydaya suku bangsa lain. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya
kasus-kasus sara, yakni pertentangan suku, agama, ras dan antar golongan.
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan, sering kali disalahgunakan oleh
manusia, sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia
bukan untuk melestarikan suatu generasi, obat-obatan diciptakan untuk kesehatan tetapi
dalam penggunaannya banyak disalah gunakan yang justru menggganggu kesehatan
manusia.
D. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA
Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah akal dan budi yang lazim disebut pikiran dan
perasaan. Maka yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk berbudaya tidak lain adalah makhluk
yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk manciptakan kebahagiaan.
1. Manusia dan Cinta Kasih
Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada
makhluknya, misalnya hewan. Kita perhatikan begitu kasihnya kepada anaknya, sehingga
rela berkorban jika anaknya diganggu. Naluri ini pun ada pada manusia, dimulai dari kasih
sayang orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih sayang
ini dapat tertutup jika terdapat hambatan-hambatan seperti pertengkaran, permusuhan,
kedengkian dan lain-lain. Sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan
oleh tuhan tentunya manusia memiliki berbagai kemampuan dan rasa. Dan salah satu rasa
yang dimiliki oleh seorang manusia yaitu rasa saling memiliki yang sering di
representasikan melalui Cinta kasih.
Ruang lingkup cinta kasih itu sangatlah luas mencakup berbagai aspek, tujuan, dan
tentunya memiliki berbagai bentuk cinta kasih. Salah satunya Cinta kasih seorang manusia
dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Cinta Kasih Secara Vertikal, yaitu meliputi cinta kasih terhadap Tuhan sebagai sang
pencipta termasuk juga apapun yang berhubungan langsung dengan Tuhan itu sendiri.
Seperti Cinta kasih terhadap Agama, Nabi, KitabSuci, Malaikat, dan lainnya.
2. Cinta Kasih Secara Horisontal, yaitu meliputi cinta kasih terhadap lingkungannya.
Yaitu:
·         Kasih sayang dalam lingkungan keluarga, kasih orang tua kepada anak, kasih
suami kepada istrinya, kasih antara orang yang bersaudara dan berkeluarga
·         Kasih sayang dalam lingkungan tetangga dan kampung
Suatu pertalian kasih sayang yang timbul dan tumbuh karena hidup bersama dalam
suatu lingkungan tetangga dan kampung.
·         Kasih sayang dalam lingkungan bangsa
Perasaan kasih sayang dan simpati yang timbul akibat persamaan rumpun, suku
bangsa, rasa senasib dalam perjuangan yang menyangkut kenegaraan.
·          Kasih sayang dalam lingkungan keagamaan
Mencintai dan mengasihi sesama orang yang seagama karena memandang saudara
dalam akidah dan keyakinan.
·          Kasih sayang dalam bentuk perikemanusiaan
Mencintai sesama manusia atas dasar pengertian bahwa manusia adalah sama-sama
berasal dari satu keturunan, asalnya satu bapak dan satu ibu.
·         Kasih sayang kepada sesame makhluk (universal)
Misalnya saling mengasihi, mengasihi hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Cinta kasih bersumber dari hati dan bukan bersumber dari otak, hal ini menyebabkan
sering sekali cinta kasih tak selaras dengan logika yang ada. Seperti cinta kasih terhadap
Tuhan, apakah seorang yang mengaku cinta terhadap tuhannya pernah bertemu langsung
dengan-Nya atau berbincang dengan-Nya. Tapi manusia yang cinta terhadap tuhan-nya
sangatlah patuh terhadap perintahnya bahkan dapat merelakan apapun demi tuhannya.
Cinta kasih secara horizontal sangatlah bermanfaat dalam kehidupan social seorang
manusia, karena cinta kasih itu adalah awal dari sumber kedamaian. Rasa Cinta kasih
sering sekali membawa manusia memiliki sifat peduli, pelindung, toleransi, dan lemah
lembut terhadap apa yang dicintainya.
2. Manusia dan Keindahan
Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan
mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati
kita tentang suatu hal.Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi
pengetahuan yang telah dimiliki disebut dengan berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah
terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu
peristiwa. Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan
gaya gravitasinya.
Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan
bagi penglihatan dan pendengaran. Kehalusan merupakan sikap yang lembut dalam
menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam sikap
anggota badan. Sikap halus dan lembut merupakan cermin hati yang tulus serta cinta
kasih terhadap sesama.
3. MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra
artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu
yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya
termasuk penderitaan ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan,
kepanasan, dan lain-lain.
·          Apabila berbicara tentang siksaan, terbayang di benak kita sesuatu yang
sangat mengerikan, bahkan mendirikan bulu kuduk kita Siksaan manusia juga
menimbulkan kreativitas bagi orang yang pernah mengalami siksaan atau orang
lain yang berjiwa seni yang menyaksikan langsung atau tak langsung. Hal itu
terbukti dengan banyaknya tulisan, baik berupa berita, cerpen ataupun novel
yang megisahkan siksaan.
·         Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa
sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda,
berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh
atau pintar, bahkan dokter sekalipun.Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan
merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan
merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan
karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak
sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan.
4. MANUSIA DAN KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu
sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang
tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masingmasing
orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka
masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan
pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil
adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Jenisjenis
Keadilan yaitu:
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari
masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil
setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the
man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang
lainnya disebut keadilan legal.
2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama
(justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komunikatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan
umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan
ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem
menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian
dalam masyarakat
5. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing
kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan
individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta
undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang
teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia
tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta
kesulitan yang dihadapinya. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap
hidup.
·         Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam
hati. Cita-cita sering kali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan,
niat atau harapan. Cita-cita itu penting bagi manusia, karena adanya cita-cita
menandakan kedinamikan manusia.
·          Sikap hidup ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Apakah kita
mempunyai sikap yang positif atau yang negatif. Apakah kita mempunyai sikap
optimis atau pesimis? Atau apakah kita mempunyai sikap yang apatis?.
Sikap itu ada didalam hati kita dan hanya kitalah yang tahu.orang lain hanya
baru tahu setelah kita bertindak. Sikap dapat juga berubah karena situasi,
kondisi, dan lingkungan
·         kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati
masyarakat, dan Hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun,
berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah-tamah terhadap siapapun,
berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya. Untuk melihat
apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, Yang menentukan baik-buruknya adalah suara
hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan
baik atau tidak. Jadi suara hati itu merupakan hakim terhadap diri sendiri.
Suara hati sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali
tidak mau mendengarkan.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat, Yang menentukan baik-buruknya
adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum
tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat,
manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemasyarakatan.
c. Manusia sebagai makhluk tuhan, manusia pun harus mendengarkan
suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat
baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur
perbuatan baik dan buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau Kehendak
Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk Hukum Tuhan atau Hukum agama.
6. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB SERTA PENGABDIAN
Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk
keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau
menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada
kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan.
Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia
atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung
jawab yaitu:
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk
memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai
manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan
mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral,
tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia
mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai
perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan
bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang
sengaja maupun yang tidak.
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister,
ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai
dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain
maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga
mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat
melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah
laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
4. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara
suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat
berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab
kepada Negara.
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab
lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukumhukum
Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam
agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh
Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak
menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan
perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang
seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk
memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.
7. MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Gelisah tergolong penyakit batin, istimewanya penyakit ini dapat menyerang siapa
saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Rasa gelisah itu sesungguhnya berhubungan
erat sekali dengan keimanan seseorang.
8. MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan sifatnya manusiawi dimiliki oleh siapa pun dari golongan apapun. Bila kita
tinjau dari wujudnya dapat dikatakan tidak terhingga, namun bila dilihat dari tujuannya
hanya ada satu, ialah hidup bahagia.
Dalam hubungannya dengan kehidupan moral, untuk mewujudkan harapan, itu sebagai
berikut:
·         Haraapan seperti apa yang baik
·         Bagaimana caranya mencapai harapan itu
·         Bagaimana bila harapan itu tidak tercapai
Bila kita ingat dengan kehidupan itu hanya di dunia saja, namun juga diakhirat,
bahkan kehidupan disan lebih abadi. Maka sudah selayaknya harapan untuk hidup
bahagia didua tempat itu sudah diniati.
Ada hubungan antara keadilan dan harapan yaitu bahwa keadilan memberikan
harapan, yaitu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam hidup sehari-hari.
Harapan adalah keinginan dalam mewujudkan cita-cita kita.Keinginan untuk memenuhi
semua kebutuhan manusia yang monopluralis dan kebutuhan itu tertuang dalam moralitas
Pancasila (lihat P4).Jadi sesungguhnya, Pancasila adalah harapan (bangsa Indonesia)
untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.
Untuk mewujudkan harapan ini, peran pemimpin sangat penting.Pemimpin harus
menjadi patron, menjadi teladan, menjadi contoh rakyatnya.Karena semua tindakannya itu
menjadi sorotan rakyat, maka segala perilaku dan tindakannya itu harus dilandasi dengan
nilai-nilai moral, dalam hal ini moralitas Pancasila.
BAB 111
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. kebudayaan adalah suatu hasil ciptaan dari pada hidup bersama yang
berlangsung berabad-abad baik sengaja atau tidak dalam masyarakat ataupun
keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi
kehidupannya dengan cara belajar yang semuanya tersusun dalam kehidupan
masyarakat.
2. kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu
berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya
yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
3. Problematika kebudayaan terdiri atas hambatan budaya yang berkaitan dengan
pandangan hidup dan sistem kepercayaan, perbedaan persepsi atau sudut
pandang, faktor psikologi atau kejiwaan, masyarakat yang terasing dan kurang
komunikasi, sikap tradisionalisme, sikap etnosentrisme, dan perkembangan
IPTEK.
4. Manusia yang mengaku dirinya sebagai makhluk berbudaya dalam menikmati
kebahagiaan yang telah dimiliki harus memenuhi ketentuan-ketentuan selalu
berusaha tidak mengurangi, apalagi meniadakan sama sekali kebahagiaan pihak
lain.
B. SARAN
Dalam penulisan makalah ini penulis menyarankan agar pembaca menajamkan
kepekaan terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka mampu menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang baru, dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah
kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalanpersoalan
yang menyangkut kebudayaan dan budaya.

peran dan dampak ilmu alamiah dasar dan teknologi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Peranan Ilmu Alamiah Dan Teknologi
Dalam kehidupan manusia dewasa ini tidak terlepas dari Ilmu Alamiah dan ilmu
terapannya berupa teknologi dalam berbagai bidang. Ilmu Alamiah murni memang tidak
langsung mempunyai peranan dalam kehidupan manusia secara langsung, tetapi antara
ilmu murni dan ilmu terapan (teknologi) mempunyai hubungan yang erat meskipun pada
awalnya antara Ilmu Alamiah dan teknologi itu tidak selalu mempunyai kaitan. Dari
konsep atau prinsip ilmu murni dapat dikembangkan ilmu terapan. Sebaliknya, teknologi
atau ilmu terapan memberikan sumbangan penemuan-penemuannya kepada prinsip atau
hukum-hukum baru, dan seterusnya.
Peranan Ilmu Alamiah dan teknologi secara lebih rinci akan dibahas berikut ini.
1. Materi
Manusia dalam hidup ini memerlukan materi, baik yang biotis maupun nonbiotis.
Materi biotis dari bahan benda hidup berupa protein, sedangkan materi nonbiotis
mulai dari gas oksigen sampai benda-benda yang kita pakai sehari-hari.
2. Energi
Dalam kehidupan manusia modern, penggunaan energi semakin meluas, dalam
industri dan transportasi, juga menyangkut dalam rumah tangga, mulai dari kompor
sampai penggunaan energy listrik untuk untuk AC (Air Conditioned). Energi berwujud
dalam berbagai bentuk, yakni dalam bentuk panas, gerak, cahaya, kimia, energi nuklir,
dan sebagainya.
A. Energi listrik
a) Prinsip pembangkit listrik tenaga air
Dari suatu bendungan, air dialirkan melalui suatu terowongan dengan
alat pengontrol.terowongan itu dibuat sedemikian rupa sehingga air jatuh
dari ketinggian 100 m atau lebih untuk mengubah energi potensial menjadi
energi mekanik yang besar. Air dari ujung terowongan ituditahan oleh suatu
turbin air. Dengan dorongan air, turbin itu dapat berputar. Perputaran turbin
ini digunakan untuk memutar generator atau mesin pembangkit listrik
.kemudian listrik yang dihasilkan generator di ubah dan diatur tekanannya
oleh transformator.
b) Prinsip pembangkit listrik tenaga diesel
Pada prinsipnya, pembangkit listrik tenaga diesel sama dengan
pembangkit listrik tenaga air.
c) Prinsip pembangkit listrik tenaga nuklir
Energi nuklir tidak langsung di ubah menjadi energi listrik, tetapi menjadi
energi panas, kemudian menjadi energi uap.
d) Komputer
komputer merupakan hasil pengembangan lebih lanjut dari
perkembangan listrik (elektronika), yang pada awal ditemukannya energi
listrik oleh Faraday, yang belum diketahui kegunaannya.setelah di susul oleh
Edison, yaitu bola lampu, kemudian disusulperkembangan alat-alat listrik,
elektronika mulai dari radio, TV, sampai pada komputer saat ini. Dari
komputer manusia dapat mengembangkan alat- alat lainnya
berikut ini contohnya:
·   Telepon ensiklopedia
·   Robot pelayanan rumah tangga
·   Nasehat dokter melalui telepon
·   Robot pekerja
B. Energi nuklir
1. Pengaruh radiasi terhadap makhluk hidup
sinar-sinar yang timbul dari suatu zat radioaktif, misalnya sinar γ
(gamma) dapat mengakibatkan hal-hal berikut:
·         Kematian
sifat mematikan dapat timbul dari sinar radioaktif
·         Hambatan pertumbuhan
sifat menghambat pertumbuhan atau pertunasan itu dapat digunakan
untuk menyimpan umbi, batang dan sebagainya dalam tempat
penyimpanan.
·         Perubahan sifat-sifat genetis
perubahan atau mutasi dari gen mengakibatkan adanya perubahan
sifat-sifat keturunan makhluk hidup itu. Sinar radioaktif dapat
menimbulkan mutasi gen.
2. Nuklir untuk pemuliaan padi dan tumbuhan lain
sifat-sifat sinar gamma yang dapat menimbulkan mutasi pada gen dari bijibijian
dapat menghasilkan suatu mutant yang menguntungkan bagi manusia.
3. Nuklir untuk industri
radiasi sinar radioaktif dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
·         industri kayu
·         serat tekstil
·         industri kulit
·         industri pengawetan makanan
4. Nuklir untuk kesehatan
pada bidang kesehatan, nuklir digunakan untuk mengadakan diagnosis
suatu penyakit dalam
5. Nuklir dalam industri Radiografi
foto rontgen pada tulang yang patah atau paru-paru yang sakit
merupakan suatu contoh gambar hasil radiografi tulang atau paru-paru
dengan menggunakan sinar-x.
6. Nuklir dalam hidrologi
dalam Hidrologizat radioaktif digunakan sebagai perunut dengan jalan
memasukkan zat radioaktif itu kesuatu sistem, kemudian tingkah lakunya
dipantau dengan alat pemantau.
7. Nuklir untuk studi pencemaran lingkungan
nuklir dapat dimanfaatkan untuk menentukan tingkat pencemaran
dengan menggunakan senyawa radioaktif.
3. Mesin
Dalam industri dan transportasi digunakan berbagai mesin, dan mesin itu dapat
dibedakan sehubungan dengan pemakaian bahan bakar atau energi yang yang
dipakai.
a. Mesin premium, mesin premium terdiri atas silinder, piston, dan roda penerus.
Premium yang tercampur dengan udara (02) terpercik oleh loncatan listrik
menimbulkan pembakaran.
b. Mesin Diesel, prinsip mesin diesel sama dengan mesin premium, hanya bahan
bakarnya berupa solar.
c. Mesin Uap, merupakan mesin paling awal di mana dalam mesin ini terjadi
pemanasan air menjadi uap dan uap itu bila jumlah molekulnya semakin banyak
(semakin rapat) akan menimbulkan tekanan dan selanjutnya tekanan diubah
menjadi gerak atau energi mekanik.
d. Mesin Jet, merupakan mesin yang dewasa ini banyak dipakai dalam pesawat
terbang.
4. Komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia. Untuk itu, Ilmu Alamiah
dengan teknologinya telah menyumbangkan kepada kita semua mesin cetak, telegrafi,
telepon, radio, dan televisi.
a. Percetakan, ditemukan oleh Guttenberg (1457). sejak awal abad ke-15
percetakan telah digunakan orang sebagai alat penghasil komunikasi massa,
yaitu Koran. Dengan media massa berupa Koran, suatu berita dapat diikuti oleh
orang banyak dalam waktu yang pendek, meskipun penyebarannya masih
tergantung pada alat transportasi yang ada pada saat itu.
b. Telegraf, telegraf telah ditemukan orang sejak pertengahan abad ke-18.
telegraf itu sendiri merupakan sebuah mesin atau alat untuk mengirim dan
menerima pesan yang ditemukan oleh Samuel F. B Morse. Di mana pesan
pada telegraf tersebut dikirim oleh operator telegraf menggunakan kode morse.
c. Telepon, telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk
menyampaikan pesan suara terutama pesan yang berbentuk percakapan.
Telepon ditemukan oleh Alexander G Bell pada tahun 1876, keunggulan telepon
dan telegraf adalah orang dapat berbicara langsung dan menerima
pembicaraan atau jawaban sebagaimana layaknya orang berbicara satu
dengan yang lain.
d. Radio, dapat mengirimkan dan menerima pesan-pesan melalui pesawat
pemancar di udara. Bahkan melalui radio, orang dapat berkomunikasi dengan
kapal-kapal yang sedang berlayar di tengah samudra. Bahkan dengan radio
orang dapat memperoleh informasi tanpa harus berada di depan radio.
e. Bioskop atau gambar hidup, merupakan salah satu alat komunikasi massa
yang sangat megesankan dan penting artinya bagi kehidupan manusia. Gambar
hidup tidak saja dapat menyajikan gambar, tetapi gambar yang bergerak atau
hidup.
f. Televisi, merupakan karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun
karena terdapat banyak pihak penemu maupun inovator yang terlibat, baik itu
perorangan maupun badan usaha. Dengan televisi, orang dapat mengirimkan
dan menerima berita dengan kesan yang lengkap. Dengan televisi orang dapat
memperoleh hiburan yang bermutu, terkontrol dan murah, serta orang dapat
meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.
g. Satelit komunikasi,dengan adanya satelit komunikasi orang dapat menerima
siaran radio dan televisi dalam waktu yang sama, dan melalui satelit komunikasi
program video dan film untuk hiburan, pendidikan dll dapat dinikmati di rumahrumah.
5. Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan
'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Sehingga
bioteknologi didefinisikan sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu
rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari
organisme hidup, untuk menghasilkan produk dan jasa.
Dalam rangka memenuhi dan meningkatkan mutu kebutuhan hidup, manusia
memanfaatkan biologi terapan yang digabungkan dengan teknologi modern sehingga
tercipta ilmu baru yang terkenal denagn sebutan Bioteknologi. Dalam perkembangan
lebih lanjut, lahirlah bioteknologi kedokteran, farmasi, pertanian, peternakan, dan
sebagainya.
a. Bioteknologi kedokteran
Peran bioteknologi di bidang kedokteran yaitu:
v Penggunaan Sinar X dalam pengambilan foto paru-paru, jantung,
lambung, jantung dan sebagainya.
v Penggunaan sinar laser dalam operasi alat-alat dalam tubuh manusia
v Penggunaan sinar radioaktif dalam menyuci alat-alat kedokteran,
misalnya alat suntik, pisau dan gunting bedah.
v Bayi tabung
v Pencangkokan alat-alat tubuh
v Rekayasa genetik, untuk menciptakan vaksin yang menghasilkan zat
kebal terhadap penyakit
b. Bioteknologi farmasi
Dalam memerangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh antigen atau
bibit penyakit digunakanlah berbagai macam obat, yang pada zaman dahulu
berupa ramuan beberapa macam tumbuhan yang berupa sari atau ekstrak,
tetapi pada saat ini, sesuai dengan kemajuan teknologi dibuat zat sintesis dan
pada saat mutakhir, melalui biologi molekular dan rekayasa genetik, tubuh
dipacu untuk memproduksi obat-obatan sendiri.
c. Bioteknologi pertanian
Dalam rangka mencukupi pangan penduduk dunia yang bertambah terus,
maka produksi pangan secara konvensional tidak dapat mengerjakannya. Oleh
karena, dicari jalan melalui bioteknologi pertanian antara lain:
v Penggunaan hormon pertumbuhan sehingga dihasilkan produk yang
raksasa
v Kultur jaringan
v Rekayasa genetika tumbuhan
d. Bioteknologi peternakan
Para ahli peternakan memanfaatkan bioteknologi peternakan, yakni
penerapan rekayasa genetika yang melalui dua tahap, yaitu untuk
memproduksi obat dan vaksin serta hormon pertumbuhan ternak dan
melibatkan hewan dapat tumbuh lebih cepat dan makannya lebih sedikit, atau
menjadi ternak yang lebih unggul.
B. Dampak Ilmu Alamiah Dan Teknologi
Dampak atau efek dari Ilmu Alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan
manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan sehingga lebih mudah dan menyenangkan,
dapat bersifat negatif.
1. Dampak ilmu alamiah dan teknologi terhadap kebutuhan pokok
Berikut dibahas dampak sehubungan dengan kebutuhan pokok.
a. Sandang
Ilmu alamiah dan teknologi telah banyak sumbangannya dalam bidang
sandang. Andai kata tidak, kita barangkali masih hidup dalam zaman purba di mana
manusia masih menggunakan kulit kayu atau daun-daunan sebagai penutup tubuh.
b. Papan
Saat ini manusia dapat menyempurnakan rumah tinggalnya dari gua-gua alami
ke pohon-pohon, kemudian berkembang lagi menjadi rumah di atas tiang-tiang
penyangga, dan lebih maju lagi pada masa kini kita telah mampu membuat rumah
tembok dengan penuh kenyamanan. Bahkan, saat ini manusia telah mampu
membuat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi ke angkasa.
c. pangan
Dampak positif ilmu alamiah dan teknologi di bidang pangan, misalnya
penggunaan mekanisasi pertanian di mana orang memungut hasil produksi yang
lebih besar dengan menggunakan tenaga manusia yang relatif sedikit.
Dampak negatif ilmu alamiah dan teknologi juga ada. Misalnya, pemakaian
racun pemberantasan hama tumbuhan yang tidak saja dapat memberantas hama,
tetapi juga membunuh hewan ternak, meracuni hasil panen, dan meracuni manusia
itu sendiri.
2. Dampak ilmu alamiah dan teknologi terhadap sumber daya alam
a. Minyak bumi
Minyak bumi pada saat ini masih merupakan sumber daya alam yang paling
utama untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Hal ini dapat kita saksikan bahwa
segaka mesin, misalnya mesin dalam berbagai pabrik, mobil, kereta api, kapal laut
dan peaswat terbang, semuanya menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar.
Penggalian minyak bumi membawa akibat polusi daerah sekitarnya karena
tumpahan minyak bumi itu jelas merusak tumbuhan atau hewan yang hidup di
daerah itu.
b. Batubara
Penambangan batubara menimbulakn dampak negatif, misalnya cacing
tambang dan marabahaya yang mungkin menimpa manusia-manusia penambang
karena gas oksigen dalam tambang itu sangat terbatas, yang banyak adalah gasgas
bumi yang menyesakkan napas yang mungkin mengandung CO, sulfur oksida.
c. Air
Walaupaun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui artinya
setelah dipakai dapat dibersihkan kembali, tetapai pembersihan itu tidak selalu
sempurna sehingga lama-kelamaan air bersih yang kita perlukan semakin hari
semakin menurun kuantitas dan kualitasnya.
d. Hutan, hewan dan ternak
Hutan dan hewan atau ternak merupakan sumber daya alam yang dapat
diperbarui, tetapi teknologi modern dapat mengakibatkan sumber daya alam
tersebut menjadi tidak berdaya atau tidak dapat diperbarui.
e. Tanah
Tanah pertanian sebagai sumber daya sebenarnya dapat diperbarui, artinya
tanah dapat digunakan berulang-ulang bila dipelihara baik-baik.
f. Sumber daya zat radioaktif
Zat-zat radioaktif merupakan sumber daya alam yang sangat penting karena
zat ini dapat ikut menentukan nasib manusia di masa mendatang. Zat radioaktif
mempunyai sifat khas, yaitu selalu mengeluarkan sinar yang tidak tampak oleh
mata. Sinar yang timbul dari zat radioaktif ada tiga macam, yaitu sinar α (alpha),
sinar β (beta), dan sinar ɣ (gamma).
3. Dampak ilmu alamiah dan teknologi terhadap industri
Manusia membutuhkan berbagai macam barang untuk memenuhi kebutuhannya.
Pada mulanya, barang-barang itu dibuat secara sederhana. Kemudian, dengan
kemampuan berpikir manusia dapat menciptakan mesin-mesin untuk membuat
barang-barang itu lebih baik dan lebih cepat.
4. Dampak ilmu alamiah dan teknologi terhadap transportasi dan komunikasi.
a. Transportasi
Ilmu alamiah dan teknologi telah memberikan sumbangan yang besar dalam
bidang transportasi, misalnya mobil, kereta api, kapal laut , pesawat terbang, dan
sebagainya. Dengan kendaraan-kendaraan itu kita dapat mengunjungi saudara kita
yang berada di kota lain dengan hanya memerlukan waktu yang singkat.
b. Komunikasi
Pada saat ini, kita mudah sekali mengadakan pembicaraan telepon antar
benua. Di Negara-negara maju, pembicaraan telepon disertai gambar yang diajak
bicara, seolah-olah dua orang itu berbicara dengan bertemu muka.

Minggu, 10 April 2011

IDEOLOGI

A. Pengertian Ideologi
Secara etimologis,
Ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti
melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu
pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata
logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali
dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 - 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk
mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan
atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.
Menurut Para Ahli
1. Muhammad Ismail
Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar,
pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran
pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas
pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau kemana alam, manusia dan kehidupan ini yang
dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya? 24 april 2007
2. Dr. Hafidh Shaleh:
Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah
aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia.
Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk
mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode
menyebarkannya ke seluruh dunia. 12 november 2008.
3. Taqiyuddin An-Nabhani
Ideologi (Mabda’) adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang
dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan
hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya
dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Atau Mabda’ adalah
suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup
dua bagian yaitu, fikrah dan thariqah.
4. Destertt de Trancy
Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu.
5. Descartes
Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.
6. Machiavelli
Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
7. Thomas H:
Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat
bertahan dan mengatur rakyatnya.
8. Francis Bacon:
Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.
9. Karl Marx:
Ideologi merupakan pandangan hidup yang dikembangkan berdasarkan kepentingan
golongan atau kelas social tertentu dalam bidang politik atau sosial ekonomi.
10. Gunawan Setiardjo
Ideologi adalah seperangkat ideasasi tentang manusia dan seluruh realitas yang
dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
11. Profesor Lowenstein
4
Ideologi adalah suatu penyelarasan dan penggabungan pola pikiran dan kepercayaan, atau pemikiran
bertukar menjadi kepercayaan, penerangan sikap manusia tentang hidup dan kehadirannya dalam
masyarakat dan mengusulkan suatu kepemimpinan dan memperseimbangkannya berdasarkan pemikiran
dan kepercayaan itu.
12. Menurut Sastrapratedja
Ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan
yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.
13. Ramlan Surbakti
Ideologi terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia.
Mengemukakan dua pengertian ideologi , yaitu:
a. Secara fungsional
Ideologi diartikan sebagai seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau
tentang masyarakat dan Negara yang dianggap paling baik. Ideologi secara fungsional ini
digolongkan menjadi dua tipe:
1. Ideologi yang doktriner yaitu bilamana ajaran-ajaran yang terkandung di dalam
ideology itu dirumuskan secara sistematis, dan atau aparat pemerintah. Sebagai
contohnya adalah komunisme.
2. Ideologi yang pragmatis yaitu apabila ajaran-ajaran yang terkandung di dalam
ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci, namun dirumuskan
secara umum hanya prinsip-prinsipnya, dan ideologi itu disosialisasikan secara
fungsional melalui kehidupan keluarga, sistem pendidikan, sistem ekonomi, kehidupan
agama dan sistem politik. pelaksanaan ideologi yang pragmatis tidak diawasi oleh
aparat partai atau aparat pemerintah melainkan dengan pengaturan pelembagaan
(internalization), contohnya individualisme dan liberalism.
b. Secara struktural
Ideologi secara struktural diartikan sebagai system pembenaran, seperti gagasan
dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.
5
Dengan demikian secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa ideologi adalah kumpulan gagasan, ideide,
keyakinan – keyakinan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang
kehidupan manusia yang berkaitan dengan cita-cita yang mengenai soal-soal cita politik, doktrin atau
ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus
membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan
sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang
jelas membawa komitmen ( keterkaitan ) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam
kesadaran ideologis seseorang maka semakin tinggi pula komitmennya untuk
melaksanakannya. Komitmen ini tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini
ideologinya sebagai ketentuan mengikat yang harus ditaati dalam kehidupannya, baik
dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat.
B. Sejarah Ideologi
6
Awalnya, istilah ideologi dimaksudkan oleh penciptanya. Count Destrutt de Tracy (1796) dkk, sebagai
“Ilmu ide” yang diharapkan mampu membawa perubahan institusional, mulai dari pembaharuan
menyeluruh atas sekolah-sekolah di Prancis. Tracy memberikan definisi ideologi adalah suatu sistem
ide, yang mencoba melepaskan diri dari hal-hal metafisis. Para ideolog untuk kurun waktu tertentu
menikmati posisi pembuat kebijakan dalam kelas II (ilmu-ilmu moral dan politik) di Institut nasional.
Tetapi pertentangan dengan Napoleon, menyebabkan Napoleon Banaparte (penuh mistik) berusaha untuk
menghapus usaha pembaharuan dalam institut (1802-1803). Ia memecat anggota-anggotanya sebagai
tukang khayal tak berguna dan membuat mereka sebagai bahan cemoohan. Ideologi juga bisa diartikan
sebagai seperangkat sistem dan tata nilai dari berbagai kesepakatan-kesepakatan yang harus ditaati
dalam sebuah kelompok sosial. Ideologi adalah motivasi bagi praksis sosial yang memberikan
pembenaran dan mendorong suatu tindakan. Ideologi mendorong untuk menunjukkan bahwa kelompok
sosial yang diyakininya mempunyai alasan untuk ada.
Dalam sejarah pertarungan sosial dan politik dunia, ideologi juga tidak jarang banyak
mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa demi sebuah perjuangan membela ideologi. Apalagi kalau
ideologi sudah masuk pada ranah politik dan kekuasaan. Demi sebuah ideologi, 600.000 orang tewas
karena terlibat (atau tertuduh) sebagai PKI dalam aksi “balas dendam” yang legal sehabis tragedi 30
September 1965 di Indonesia. Kemunculan tiga arus besar ideologi dunia (kapitalisme, sosialismekomunisme,
dan fasisme) serta perkembangan dahsyat gerakan sosial dan ilmu pengetahuan yang
diikuti oleh munculnya teori-teori baru beserta prediksi-prediksi ilmiah mau tidak mau menyeret
wacana ideologi dalam perbincangan hangat di kalangan kaum intelektual. Tapi menjadi agak mustahil
membincangkan ideologi dalam kerangka konseptualnya tanpa memahami lebih dahulu bagaimana
sejarah yang telah menyusunnya. Dengan pelan-pelan meski sangat sederhana, mari kita membuka
catatan-catatan sejarah itu.
C. Jenis-jenis Ideologi
a) Anarkisme
Anarkisme adalah pandangan atau gagasan yang melihat masyarakat bias dan sudah
seharusnya diubah tanpa aturan-aturan. Para anarkis percaya bahwa ketiadaan aturan tidak akan
menyebabkan kekacauan seperti dikatakan orang, melainkan justru menambah keteraturan
masyarakat. Para anarkis melihat bahwa negara merupakan sumber ketidakteraturan. Oleh karena
itu, para anarkis menuntut penghapusan Negara dan berbagai bentuk hirarki dan otoritas. Sebagai
gantinya, para anarkis percaya bahwa begitu Negara dan berbagai bentuk otoritas dihapus,
masyarakat yang bebas itu akan membentuk kerja sama diantara mereka secara sukarela tanpa
paksaan, apalagi kekerasan. Para anarkis menggunakan berbagai contoh dimana orang-orang
bekerja sama mencapai tujuan bersama tanpa ikatan dan tanpa paksaan.
b) Sosialisme
7
Sosialisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi
(tanah, tenaga kerja, modal ). Kelahiran sosialisme erat kaitannya dengan berkembang pesatnya
industri di Eropa pada abad ke- 18. Pada zaman itu, para pemilik modal berkembang di mana-mana,
demikian juga industri.
Karl Marx adalah seorang sosialis yang lebih gencar lagi mempropagandakan perwujudan
soaialisme. Melihat dunia industri yang semakin menghisap kaum buruh. Karl Marx yakin bahwa
suatu saat kaum buruh akan menyadari nasibnya yang menyedihkan dan berbalik menyingkirkan
kaum pemilik modal melalui sebuah revolusi. Hasil dari revolusi itu adalah terciptanya sosialisme, di
mana hak milik pribadi dan Negara dihapus, sarana-sarana produksi dan distribusi dimiliki secara
bersama-sama, dan terciptanya Negara tanpa kelas.
c) Kapitalisme
Kapitalisme adalah suatu sistem yang mengatur proses produksi barang dan jasa. Kapitalisme
mempunyai tiga ciri pokok yaitu:
a. Sebagian besar kekayaan dimiliki oleh individu
b. Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas ysng penuh persaingan
c. Modal (baik uang maupun berbagai bentuk kekayaan lain) diinvestasikan ke dalam
berbagai usaha untuk menghasilkan laba atau keuntungan.
d) Liberalisme klasik
Liberalisme klasik adalah suatu paham yang ingin membatasi kekuasaan politik dan menunjang
tinggi hak-hak individu.
e) Liberalisme
8
Liberalisme adalah suatu pandangan yang menyatakan bahwa keberadaan individu mendahului
masyarakat, karena itu Negara atau masyarakat harus menjamin bahwa para individu bebas mengejar
tujuan-tujuan. Dengan kata lain, liberalisme menghendaki bahwa tujuan pemerintah adalah untuk
melindungi kebebasan individu. Kaum liberalis umumnya menerima campur tangan tertentu dari
pemerintah tetapi terbatas. Misalnya, ia menerima bahwa pemerintah perlu menyediakan fasilitasfasilitas
yang tidak disediakan oleh pasar, seperti sekolah untuk orang miskin, angkatan bersenjata.
Dan sistem hukum.
f) Demokrasi sosial
Menurut ensiklopedia Wikipedia, demokrasi sosial merupakan ideologi politik yang muncul pada
akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Para pelopornya adalah para pendukung karl marx. Akan
tetapi, tidak seperti karl marx yang meramalkan revolusi untuk mencapai masyarakat sosialis
(sosialisme), Demokrasi sosial berkeyakinan bahwa peralihan menuju masyarakat sosialis dilakukan
melalui cara-cara yang demokratis dan setahap demi setahap, bukan cara revolusi.
g) Fasisme
Fasisme adalah sistem pemerintahan yang dicirikan oleh kediktatoran satu partai yang kaku,
penghapusan oposisi, kontrol pemerintah yang terpusat, nasionalisme ekstrem, dan rasisme.
Semboyan fasisme adalah “Crediere, Obediere, Combattere’’ (yakinlah, tunduklah, berjuanglah). Fasisme
banyak kemiripannya dengan teori pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli yang menegaskan
bahwa Negara dan pemerintah perlu bertindak keras agar ditakuti oleh rakyat.
D. Kasus-kasus
Banyak kasus menyangkut masalah ideology yang terjadi di masyakat dunia. Antara lain:
a. Kasus di dalam negeri
Demi sebuah ideologi, 600.000 orang tewas karena terlibat (atau tertuduh)
sebagai PKI dalam aksi “balas dendam” yang legal sehabis tragedi 30 September
1965 di Indonesia.
b. Kasus di luar negeri
Guna menjelaskan ideologi/diskursus dalam studi keamanan, tulisan ini akan
menguraikan studi kasus pencitraan kalangan sineas Hollywood atas pihak yang
dipersepsikan sebagai ancaman (threat) atau musuh bagi keberlangsungan
diseminasi nilai demokrasi liberal serta individualisme AS. Kalangan sineas
Hollywood, untuk konteks ini, dapat dipandang baik sebagai: 1) aktor non-negara
yang patriotik; 2) atau, tak lebih dari perpanjangan tangan pemerintah AS yang
berkuasa (aktor negara). Kedua peran tersebut tidak memiliki perbedaan berarti
dalam hal mekanisme serta eksekusi diseminasi ide, sebenarnya. Pemerintah
maupun kalangan sineas berselancar di atas kultur budaya pop khas AS yang
secara historis telah berkembang ke seluruh dunia sejak dekade ’60-an.
Pendekatan ini mungkin, sebagaimana akan/telah disadari pembaca, memiliki banyak
kekurangan. Berdasar hal tersebut, penulis membuka lebar pintu kritisisme bagi
ulasan berikutnya.
Banyak dari kita, saya pikir, masih ingat dengan heroisme film laga berjudul
Rambo. Dalam film yang dibintangi oleh Sylvester Stallone tersebut, karakter
utama Rambo pembela AS secara total memorak-porandakan tentara Vietnam
Utara yang bersembunyi di hutan. Plot cerita serupa kemudian tampil dalam
Rambo IV. Si Rambo yang ‘heroik’ berhadapan dengan junta militer Myanmar
sebagai ‘penjahat.’ Selain Rambo, Hollywood memroduksi banyak karakter sinema
lain yang menjadi ikon kultural berupa jagoan, superhero, dan pasukan elit.
Musuh-musuh yang ‘dihabisi’ oleh Hollywood, di antaranya adalah Komunis (Uni
Soviet, Republic Rakyat Cina, dan negara-negara Amerika Latin), Arab dan Timur
Tengah –termasuk gerilyawan sokongan komunis, serta Asia (Vietnam dan Korea
Utara).
Dalam pergelaran drama ‘baik’ versus ‘jahat’ ini, AS menjalankan strategi
penistaan terhadap musuh. Komunis dan Arab, misalnya, dicitrakan sebagai
bangsa yang dekaden, otoriter, represif, tertutup, dan brutal. Apakah ‘musuh’
memang benar seperti itu dalam realitas keseharian tidaklah menjadi urusan. Hal
yang penting adalah penonton menerima pesan pencitraan (image) bahwa
representasi serta identifikasi atas citra ‘musuh’ memang demikian adanya. AS,
sebaliknya, mencitrakan diri sebagai pihak yang berbeda 180 derajat dari musuh:
maju, demokratis, terbuka, plural, dan bebas. Pencitraan ini kemudian menarik
simpati penonton. Benak penonton sebagai konsumen tanda dipenuhi oleh imaji
tentang kehancuran ‘musuh’ dan kekaguman atas demokrasi liberal.
Produksi ideologi/diskursus ini terus berlangsung hingga saat ini. Pascakeruntuhan
menara kembang World Trade Center pada 11 September 2001,
Hollywood banyak sekali memroduksi film-film tentang terorisme. Fenomena ini
bisa ditelaah sedikitnya berdasar dua pandangan. Pertama, film –selain sebagai
medium hiburan- juga berperan sebagai monumen atau pengingat atas terjadinya
sesuatu. Seperti halnya dengan tren film tentang Nazi pada Perang Dunia II, film
tentang terorisme menjadi pernyataan politik (political statement) kalangan
sineas –yang mendapat dukungan legitimasi dari pemerintah- bahwa masyarakat
AS kini terancam oleh ‘si jahat’ teroris. Kedua, film-film terorisme pun
berfungsi untuk mengangkat moral masyarakat maupun tentara AS yang
sedang bertugas di Irak dan Afghanistan. Khusus bagi tentara, film yang
menyajikan skenario kemenangan ‘jagoan AS’ dalam menghadapi ‘musuh/teroris’
diharapkan akan menumbuhkan mental tempur prajurit. “Kebenaran dan
kemenangan ada di pihak AS. Dengan demikian tidak ada yang perlu
dikhawatirkan,” demikianlah narasi patriotisme yang terbangun melalui lensa
kamera Hollywood.
E. Upaya Mempertahankan Ideologi Pancasila
Ideologi pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu pancasila adalah menjadi bagian
yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari bagi bangsa Indonesia. Bagi bangsa Indonesia yang
terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, beradat istiadat yang berbeda-beda, bertutur bahasa daerah
yang berbeda pula, serta memeluk agama yang berbeda, ideologi pancasila mempersatukan kita semua
dalam wadah Negara kesatuan republik Indonesia.
Selain itu dengan ideologi pancasila bangsa Indonesia mampu menyelesaikan berbagai persoalan
dan cobaan yang dihadapi bangsa Indonesia semenjak awal kemerdekaan hingga sekarang ini. Berbagai
permasalahan dan cobaan bangsa Indonesia itu ditunjukkan oleh adanya upaya-upaya sistematis untuk
melemahkan pengalaman ideologi pancasila. Berbagai pihak entah dari dalam maupun dari luar selalu
berusaha menggoyang ideologi pancasila dengan berbagai cara. Oleh karena itu kita sebagai bangsa
Indonesia merasa wajib untuk membela Negara dari rongrongan, ancaman, dan serangan musuh. UUD
1945 mengamanatkan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan
Negara. Termasuk mempertahankan ideologi pancasila. Upaya-upaya itu dapat dilakukan antara lain,
sebagai berikut:
a. Menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan nilai-nilai luhur pancasila
b. Melaksanakan ideologi pancasila secara konsisten
c. Menempatkan pancasila sebagai sumber hukum dalam pembuatan peraturan
perundangan nasional.
d. Menempatkan pancasila sebagai moral dan kepribadian bangsa Indonesia.
F. Peranan Ideologi
Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang
ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup atau ideologi. Pandangan hidup itu berfungsi
untuk memberikan pedoman dan arah bagi suatu bangsa dalam mengejar tujuan-tujuannya. Ideologi
atau pandangan hidup itu merasuki berbagai aspek kehidupan bangsa baik itu politik, ekonomi,
budaya, pertahanan keamanan, maupun juga agama.
Dalam ideologi tercantum cita-cita, gagasan, konsep, doktrin, mengenai kehidupan yang dicitacitakan
oleh suatu bangsa atau yang memberi petunjuk ke mana suatu bangsa atau masyarakat
berjalan. Pandangan hidup suatu bangsa pada hakikatnya merupakan suatu kristalisasi dari nilainilai
yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada
bangsa itu untuk mewujudkannya. Artinya, ideologi itu digali dari budaya dan nilai-nilai kehidupan
mereka sendiri yang mereka yakini kebenarannya dan terbukti ampuh untuk mengarahkan dan
mengatur kehidupan bersama mereka.
Pandangan hidup atau ideologi itu ibarat fondasi sebuah rumah. Fondasi rumah adalah dasar yang
sangat penting agar sebuah rumah dapat berdiri kokoh. Tanpa fondasi, sebuah rumah hampir pasti
akan cepat goyah dan ambruk, apalagi ketiga angin ribut melanda rumah itu. Sebagaimana fondasi
rumah yang kuat akan mempertahankan rumah itu dari terpaan angin ribut atau badai, demikian
pula ideologi yang kuat akan membuat suatu Negara atau bangsa bertahan terhadap serangan baik
dari dalam maupun dari luar. Dan hampir semua bangsa di dunia ini memiliki ideologi atau pandangan
hidup sendiri.
G. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia
H. Makna pancasila sebagai ideologi yang bersifat universal
Pancasila yang dimaksud disini adalah seperti yang terdapat dalam alinea keempat
UUD 1945, yang berbunyi “….Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaraan/ perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia”.
Asas dalam pancasila tidak dapat dipisah-pisahkan, melainkan merupakan satu
kesatuan yang bulat untuk dilaksanakan secara serasi dan utuh.
Apabila dipandang dari sila demi sila, nilai-nilai pancasila itu bersifat universal.
Artinya, hampir semua bangsa yang beradab memiliki keyakinan akan kebenaran dan
kebaikan dari makna yang terkandung dalam sila-sila pancasila. Sifat universal nilai-nilai
pancasila itu bisa diuraikan, sebagai berikut:
1. Bahwa semua bangsa meyakini dan mengakui adanya Tuhan atau adanya kekuasaan
lain yang berada di atas kekuatan manusia.
2.
Bahwa semua bangsa mempunyai perasaan akan panggilan kemanusiaan. Semua orang mempunyai
hasrat ingin menolong sesama manusia, lebih-lebih mereka yang dilanda kesusahan, serta sikap
saling menghormati diantara sesama manusia.
3. Bahwa semua bangsa menjunjung tinggi hak-hak dan kedaulatan rakyatnya.
4. Bahwa semua bangsa dan Negara menginginkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyatnya, mencapai keadilan sosial bagi rakyatnya. Tidak ada bangsa dan Negara yang
menginginkan kesengsaraan atau kemeralatan untuk rakyatnya.
a. Kedudukan dan Fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia
Kedudukan dan fingsi pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Pandangan hidup
Artinya, pancasila dapat mempersatukan kita, serta memberi petunjuk dalam mencapai
kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat yang beraneka ragam.
2. Dasar Negara
Artinya, pancasila merupakan sumber[A1] hukum dasar nasional sebagaimana tercantum
dalam pembukaan UUD 1995 alinea 4.
3. Kepribadian bangsa
Pancasila memberi corak yang khas kepada bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas
yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Pancasila yang dirumuskan dari
nilai-nilai kehidupan rakyat kita, sejak zaman nenek moyang hingga sekarang ini, adalah
sesuatu yang menyebabkan bangsa kita berbeda dengan Negara lain.
4. Pancasila Sebagai Pandangan Luhur Bangsa
Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia
menjelang dan sesudah proklamasi kemerdekaan yang kita junjung tinggi, bukan sekadar
karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia
yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu, melainkan karena pancasila telah mampu
membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa.
b. Nilai –nilai yang terkandung
Nilai-nilai dasar ideologi pancasila dijabarkan dalam norma dasar yang terkandung dan
tercermin dalam pembukaan UUD 1945, nilai dasar tidak boleh berubah, yang dapat berubah adalah
nilai-nilai instrumental yang merupakan pengalaman, pengembangan dan pengayaan. Pelaksanaan nilainilai
instrumental dan nilai praksis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan
nilai dasarnya.
Nilai-nilai yang terkandung
a. Nilai dasar, yakni cita-cita, tujuan serta lembaga-lembaga penyelenggaraan
Negara utama, termasuk tata hubungan antar Negara.
b. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta
lembaga pelaksanaannya yang dapat disesuaikan disesuikan dengan kehendak jaman.
c. Nilai praksis, merupakan pelaksanaan sesungguhnya dalam praktis kehidupan,
dengan berlandaskan nilai dasar dan nilai instrumental.
[A1]